Sebab ilmu tidak sah tanpa sanad seorang guru. Menurutnya, orang belajar agama tanpa guru bagaikan hidup tanpa amir (pemimpin, red). Dan bila tak punya amir, maka matinya masuk kategori jahiliyah. *** Dalam jawabannya, Buya Hamka mengapresiasi maksud abang Ichlas mengenai pentingnya sanad dan guru. Belajar itu semestinya ada guru yang membimbing.
"Abd al-Karim al-Qushayri al-Shafi'i mengatakan dalam risalahnya yang dikenal sebagai al-Risalah al-Qushayri bahwa seorang murid harus didisiplinkan oleh seorang syekh (guru), dan jika dia tidak memiliki seorang guru, maka ia tidak akan pernah berhasil." Bahayanya Belajar Tanpa Guru KH.
Tanpa Guru, Siapalah Kita Planet Mahir May 16, 2020 11:16 am Oleh Ayob Mamat, Penulis Residen SETIAP kali datangnya 16 Mei saban tahun, boleh dikatakan semua di kalangan kita akan meraikan sambutan Hari Guru - satu hari yang penuh makna dan sarat dengan nostalgia dalam kehidupan setiap orang.
Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu (yang mengamalkan ilmunya) dibandingkan ahli ibadah (yang beramal tanpa ilmu) bagaikan keutamaan rembulan dimalam hari (saat bulan purnama) dibandingkan seluruh bintang.
"Sering kita dengar ungkapan, barangsiapa yang belajar tanpa guru, maka setan adalah gurunya. Kalimat ini banyak ditemukan dalam kitab-kitab tasawuf dan tarekat. Ini disebabkan karena Ilmu Syari'at seperti ilmu Fiqih, Tauhid, ilmu tasawuf dan tarekat adalah ilmu yang mengajarkan cara-cara dan kaidah-kaidah seorang hamba berhubungan dengan
uTeLMc.