Beranda» Karya Sastra » Puisi » Tarian Jiwa . Tarian Jiwa . Sabtu, 07/07/2012 - 19:32 — Soei Ukurlah langit kamar kita Dan helaian rambutmu aku hitung satu persatu Bintang-bintang antarkan kita di pagi itu Resah dan gelisah Telah aku siram dengan tarian-tarianmu Di rongga tulang kita Engkau menikmatinya di sel-sel darahmu Wahai
melingkardi mata kaki sang perawan suci nan molek. Terus menari di antara tangan-tangan menggapai-gapai Cak cak cak cak cak cak cak cak cak suara-suara riuh membahana. Menembus hingga kedalam atma gerakan nan energic seperti menyihir banyak pasang mata menyaksi tarian dibawah langit Bali. Di mana raga menyatu dengan semesta terjerembab lebih dalam di antara
TarianPelangi . Huru-hara kehidupan hanyalah perlambang. Akan munculnya penat yang. Masih mengganjal di ulu hati. Bahwa hidup kau aku begitu tembok membaja . Langit mulai memuntahkan tangisan duka. Bias cahaya sukma menjadikan tarian pelangi. yang menawan . Pelangi sejatinya pelangi. Tak bisa terjamah. Hanya seonggok memanjakan . indra penglihatan. Terus merembet ke dalam
Tugutarian langit merupakan ikon Perumahan elit di Kota Bekasi yaitu Kota Harapan Indah. Tugu ini dapat dijumpai di lingkar Bundaran Kota Harapan Indah, dilengkapi dengan air mancur yang membuat pemandangan di tugu ini terlihat mempesona dan indah. Di papan nama tugu tersebut tertulis syair dari sang pembuat patung yaitu Nyoman Nuarta
Beranda» Karya Sastra » Puisi » TARIAN API. TARIAN API. Kamis, 20/09/2012 - 03:13 — mahyut z.a. dawari. Puisi | Puisi Di bentang langit guruh bersendawa mengirim rinai Di tepinya kita berteduh sementara. menuntaskan tarian api. 1648 dibaca; Komentar . Tulis komentar baru. Nama Anda: * email: * Materi isian ini bersifat rahasia dan
Sajaklangit adalah seri tafakur menatap luasnya angkasa, (Seri Sajak Langit #2) Seri Kedua; Puisi - Sang Bidadari Angkasa; Eko Irawan 2 Mohon Tunggu Sejarawan - Penulis dan Pegiat Sejarah, Budaya, Sastra dan ekonomi Kreatif Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana. Daftar. Populer Rekomendasi
Puisi Tarian Hujan Kusaksikan dedaunan tua berhimpun di jalanan. Mematuhi pusaran mistis yang diciptakan genangan hujan. Sebelum satu-persatu menghilang ke selokan. "Suatu saat, kau akan merindukan hujan!" Langit bisu. Membiarkan sepi membasuh kenangan berdebu. Aku tak perlu menunggu. Senja tak akan pernah memberi tahu. Tentangmu
Pilihanselanjutnya, berpisah untuk lebih baik. Jalan takdir ini, konsekuensi logis. Karma menghunjam. Hukum langit sudah diinjak injak. Demi nafsu binatang. Aku bisa lupa. Bisa pikun. Tapi tidak dengan malaikat. Langit bumi jadi saksi. Diteruskan, hanya mempersulit diri. Sudah jelas, dikaburkan. Sungguh manusia bodoh yang merugi.
beranjaklahdari ranjang mu, tengoklah dari jendela mu, lihatlah langit yang mengiringi bintang, seperti aku, yang selalu mengiringi mu, walau tak di sisi mu, CIPT : erwinn Untuk Langit Kutatap engkau kala kusendiri Kunikmati keindahan yang tak tertandingi Sejauh apapun mata memandang Kau tetap luas membentang Sang awan perlahan berpindah
yangtelah kau bayangkan menyelimuti langit akan membuatmu tersesat menemukan jalan pulang dan mendapatiku kembali dibalik pekat kabut "Aku percaya," tulismu,"bila badai ini usai, pelangi akan datang kembali menyelimuti langit tempat semua impian kita bersemayam sepanjang musim dan kangen itu kita semai diam-diam, sejak dulu"
bQbZxm. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dan, rerumputan di halaman masih seperti menghijau di antara naungan rerimbunan liar ilalang. Terpaksa bertahan dari terpaan terik mentari siang. Sesekali, menampilkan harmonii tarian angin nan berembus. Lantas sekali mati menyisakan humus. Kemudian, pohon cemara itupun masih seperti dulu. Ia tetap kukuh berdiri di tepian terjal jurang. Ketika ranting dan cabang rela menghadang sapuan badai yang menerjang. Sesekali dihiasi pasangan burung yang menitipkan sarang. Lantas menggugurkan dedaun sebagai penanda musim kemarau nan langitku tak seperti tak lagi sekadar menampilkan arakan mendung yang dinyanyikan angin. Atau menyimpan jalan rahasia lengkung pelangi yang disisakan hujan. Bukan pula tempat berlabuh cahaya bintang-bintang di adalah tempat persembunyian rasa sakit. Usai detak waktu tak lagi mampu mengeja jejak tunggu. Padamu. Curup, Lihat Puisi Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Selamat datang di perhelatan akbarperjamuan yang diadakan oleh langitketika malam semakin larutdan permukaan bumi hanya dihuni oleh kabutkarena di sanalahbukit dan laut saling bertemudi sebuah muara perjumpaantempat yang sangat berbahayaterutama bagi orang-orang yang tak utuh hatinyasebab dari hati yang pecahlahtimbul umpatan dan amarahsementara langit di atas sanamulai menarikan gerimisdengan irama sesyahdupara kekasih yang lama tak bertemusetelah terpisah oleh musimterkurung di rezim-rezim cuacahujan, panas, dan dingin yang sangat beranginmenenggelamkan inginke tapal batas yang tidak mungkinkarena perbatasan yang telah begitu sumirmakin ditipiskan oleh titik-titik nadirsaat orang-orang berhenti mencobadan langit enggan menyelesaikan tariannyaPontianak, 15 Nopember 2019 Lihat Puisi Selengkapnya
Puisi Langit, Foto Pexels/Pixabay. Puisi langit seringkali dibuat sebagai salah satu bentuk ucapan kekaguman kita terhadap ciptaan Tuhan yang sangat syukur ini dapat kita unggah juga di berbagai media sosial, supaya orang yang membacanya juga dapat semakin menghargai keindahan dunia dan sebagai bentuk terima kasih, puisi tentang langit ini juga dapat digunakan sebagai referensi puisi saat sedang ada tugas di sekolah. Tapi kalian jangan menconteknya mentah-mentah ya! Gunakan puisi ini sebagai pedoman dan bantuan saja jika kalian sedang merasa stuck dalam Langit yang Indah dan ManisPuisi Langit, Foto Pexels/Pixabay. Dikutip dari situs Discover Poetry, inilah kumpulan puisi tentang awan dan langit yang indah dan telah diterjemahkan ke bahasa IndonesiaThe RainbowPerahu berlayar di sungai, Dan kapal berlayar di lautan; Tapi awan yang berlayar melintasi langit Lebih cantik jauh dari jembatan di sungai, Secantik yang kamu inginkan; Tapi busur yang menjembatani surga, Dan di atas pepohonan, Dan membangun jalan dari bumi ke langit, Lebih cantik jauh dari SkyBy Elizabeth Madox RobertsSaya melihat bayangan di tanah Dan mendengar seekor bluejay lewat; Sebuah bayangan melintasi tanah, Dan saya melihat ke atas dan melihat di pohon poplar, Ketika aku melihatnya itu tidak diam; Itu memberi semacam sentakan kecil Dan sedikit semakin jauh dan semakin jauh Terus bergerak dan sepertinya tidak pernah berhenti. Aku pikir itu seperti terikat dengan rantai Dan sesuatu menariknya dari tidak pernah turun lagi, Dan setiap kali saya melihat untuk melihat, Langit selalu bergerak ke belakang Dan semakin menjauh Curly White Cloud Loves the SkyAwan putih keriting menyukai langit; Itu tetap di atas sana—sangat tinggi, sangat tinggi, Sampai bumi mengirimkan panggilan, "Aku haus, awan, O, jatuh, tolong jatuhlah!"Anak-anak bunga di sekitarnya Menangis "Awan sayang, turunlah ke tanah," Jadi, awan itu berkata "Selamat tinggal, Langit, Saya akan datang lagi—sangat tinggi, sangat tinggi."Indah sekali, bukan? Sudahkah kalian berterima kasih kepada Tuhan sang pencipta alam? Ester