Secara umum, seseorang yang hendak menjadi pramuwisata di Indonesia disyaratkan untuk memiliki licence yang diterbitkan oleh HPI. Ketentuan ini terutama bagi pramuwisata yang melayani wisatawan asing agar kualitas pribadi pramuwisata selalu mencerminkan ke-Indonesia-an serta menjaga validitas berbagai informasi yang disampaikan kepada wisatawan.
"PERAN HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA (HPI) CANDI PRAMBANAN DALAM PENINGKATAN PELAYANAN WISATAWAN DAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA" TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Ahli Madya Program Studi Diploma III Jurusan UsahaPerjalanan Wisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Disusun Oleh :
Kode etik Pramuwisata Indonesia ditetapkan melalui Keputusan Musyawarah Nasional I Himpunan Pramuwisata Indonesia dengan Keputusan Nomor 07/MUNAS.I/X/1988, meliputi hal-hal sebagai berikut: Pramuwisata harus mampu menciptakan kesan penilaian yang baik atas daerah, negara bangsa, dan kebudayaan
SYARAT PRAMUWISATA Pasal 2 (1) Setiap orang yang melaksanakan profesi pramuwisata harus memenuhi persyaratan sebagai pramuwisata. (2) persyaratan pramuwisata sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut: a. Warga Negara Indonesia; b. usia minimal 18 (delapan belas) tahun;
Kop Surat Dewan Pimpinan Daerah berukuran A4 dengan Logo HPI disebelah kiri dan Logo WFTGA disebelah kanan. Tulisan ditengah berbunyi " Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia " warna tulisan biru tua. Dibawah tulisan berisi alamat Sekretariat DPD HPI secara lengkap dan Jelas.
Himpunan Penerjemah Indonesia. Di laman ini, temukan informasi lengkap mengenai jenis keanggotaan, manfaat keanggotaan, hak dan kewajiban anggota, dan syarat lengkap untuk mengajukan diri menjadi anggota Himpunan Penerjemah Indonesia.
Dalam pelaksanaan tugasnya pramuwisata wajib memiliki Kartu Tanda Anggota Nasional yang dikelurkan oleh HPI, sesuai keputusan RAKERNAS XII di Bukit Tinggi,tanggal 20-22 November 2012
Organisasi ini bernama Himpunan Pramuwisata Indonesia disingkat HPI yang didirikan berdasarkan hasil temu wicara nasional pramuwisata di Pandan (Jawa Timur) tanggal 29-30 Maret 1988 sebagai
Padahal menjadi seorang pramuwisata tidak mudah, Bestie! Tak hanya sekadar memiliki kemampuan mengerti banyak bahasa atau lancar public speaking saja. Melainkan sebagai pramuwisata, mereka harus memahami sejarah dan segala hal-hal detil yang berhubungan dengan tepat wisata yang sedang dikunjungi.
BNestJO.