HargaEceran Rp3.000,-Demi Kebenaran Dan Keadilan. WASPADA Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947. Pendiri: H. Mohd. Said (1905 - 1995), Hj. JumatAgung adalah peringatan tentang penderitaan Kristus di atas kayu salib. Berikut Ayat Alkitab untuk Jumat Agung: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. ApakahAnda mencari gambar tentang Ayat Firman Tuhan Tentang Jumat Agung? Jelajahi koleksi gambar, foto, dan wallpaper kami yang sangat luar biasa. Gambar yang baru selalu diunggah oleh anggota yang aktif setiap harinya, pilih koleksi gambar lainnya dibawah ini sesuai dengan kebutuhan untuk mulai mengunduh gambar. JumatAgung merupakan peringatan kematian Tuhan Yesus Kristus. Itu merupakan saat yang mencekam menjelang kematian Tuhan Yesus. Firman Tuhan mengatakan bahwa karena kasih-Nya bagi dunia ini, Ia rela meninggalkan takhta suci-Nya dan datang ke dunia supaya siapa yang menerima dan percaya kepada-Nya diselamatkan dan diberi kehidupan kekal (Yohanes 3:16). IbadahJumat Agung 1, firman Tuhan akan dilayani oleh Bapak Gembala Pdt Paul Daniel Massie @pauldmassie. Ibadah Jumat Agung 2, firman Tuhan akan dilayani oleh Sdr. Pdp Mikhael Mordekhai Massie @mikhael.mordekhai. Ibadah Paskah Umum 1,2 dan 3, firman Tuhan akan dilayani oleh Bapak Pdt Rully Simorangkir @rullysimo. Gspdi Filadelfia Kenduruan Cirebon Mohontunggu Kategori. Life Hack; Ekonomi . Ekonomi; Bisnis; Finansial; Fiksiana BacaanAlkitab: Lukas 23: 26-56a Tahun Gerajawi: JUMAT AGUNG Tema: JUMAT AGUNG Lagu Tema: Yesus Di Salib Karena Cinta Saya Ayat hafalan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah." ((Efesus 2:8). Penjelasan Teks. Tuhan Yesus wafat dan dimakamkan di makam milik Yusuf Arimatea. Ini adalah penguburan yang tidak umum terjadi bagi CatatanAyat : Catatan Ayat Full Life: Catatan Ayat BIS: Catatan Ayat Ende: Kamus Easton: Kamus Pedoman: Kamus Gering: Peta: Leksikon : Leksikon Yunani: Leksikon Ibrani: Yeremia 48 - Firman Allah Yang Hidup: Pengantar INILAH firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, mengenai Moab: "Celakalah Kota Nebo karena kota itu akan menjadi puing. DariAbu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat, "Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya".Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. Dasarpertimbangan sosial-politik ini, kemudian diselaraskan oleh MUI dengan pandangan-pandangan teologis MUI sendiri yang eksklusif berdasarkan ayat-ayat al-Quran: Q. 3:85; 3:19; 109:6; 33:36; 60: 8-9; 28: 77; 6:116 dan 23:71.14 Dari pertimbangan inilah MUI kemudian membuat definisi sendiri istilah sekularisme, liberalisme dan pluralismesebuah d5BncX. Ayat Alkitab Jumat Agung. Alkitab mencatat makna Jumat Agung sebagai peristiwa yang tertulis jejaknya sehingga tidak membuat orang Kristen merasa bingung akan hal tersebut. Maka murid lain tadi yang mengenal Imam Agung kembali ke luar bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk. Sebagaimana tertulis dalam Alkitab yakni Efesus 4 ayat 32 yang berbunyi. Adapun beberapa ayat emas Alkitab di bawah ini kami translasikan ke dalam bahasa Inggris. News About Jumat Agung On Twitter God Is Good Jesus God News About Jumat Agung On Twitter God Is Good Jesus God From Ar ridho cijantung Arti corner kick Arti kata tahede Arti kedutan di paha kiri depan Academiaedu is a platform for academics to share research papers. Seperti banyak orang tertegun melihat dia rupanya begitu buruk tidak seperti manusia lagi dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi– demikianlah ia membuat. Ayat-Ayat Alkitab tentang Jumat Agung. Menjelang Jumat Agung tahun 2008 ini kita akan merenungkan satu perikop tentang teladan dan pengharapan penderitaan yang Kristus alami sebagai alasan mengapa penderitaan karena nama Kristus yang harus kita alami itu berharga. Ayat Alkitab Tentang Jumat Agung. Bila Anda ingin emnjadikannya kutipan dalam bahasa Inggris silahkan gunakan bebrapa ayat emas firman Tuhan tentang ibadah paskah dalam bahasa Inggris berikut ini. Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kejahatan kita. Tiga pokok dalam Kisah Sengsara yang dibacakan Jumat Agung ini Yoh 181-1942 sempat mengemuka dalam sebuah pembicaraan dengan sang empunya cerita yakni Yohanes penginjil. Pertimbangkan untuk mengajak mereka datang ke ibadah Jumat Agung. Ayat Alkitab Tentang Ibadah Paskah Dalam Bahasa Inggris. Kalau kita kembali pada ayat 6 pada enam kalimat terakhir Alkitab LAI menyebutkan pada waktu yang. Tiga pokok dalam Kisah Sengsara yang dibacakan Jumat Agung ini Yoh 181-1942 sempat mengemuka dalam sebuah pembicaraan dengan sang empunya cerita yakni Yohanes penginjil. Kalender Liturgi Jumat 10 April 2020 Jumat Agung BACAAN I Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kedurhakaan kita Beginilah firman Tuhan Sesungguhnya hamba-Ku akan berhasil. News About Jumat Agung On Twitter God Is Good Jesus God Source Tentu saja tidak dengan maksud mengatakan bahwa keajaiban-keajaiban itu hanya terjadi pada Jumat Agung yang pertama saja. Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Tiga pokok dalam Kisah Sengsara yang dibacakan Jumat Agung ini Yoh 181-1942 sempat mengemuka dalam sebuah pembicaraan dengan sang empunya cerita yakni Yohanes penginjil. Adapun beberapa ayat emas Alkitab di bawah ini kami translasikan ke dalam bahasa Inggris. Tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Les Feldick Bible Study Daily Online Video Bible Study Ayat Alkitab Firman Tuhan Iman Source Tunjukkan kepada mereka dari mana penulis mendapatkan idenya yaitu dari Alkitab. 1 Peter 315 15 But sanctify the Lord God in your hearts and always be ready to give a defense to everyone who asks you a reason for the hope that is in you with meekness and fear. Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kejahatan kita. Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Tiga pokok dalam Kisah Sengsara yang dibacakan Jumat Agung ini Yoh 181-1942 sempat mengemuka dalam sebuah pembicaraan dengan sang empunya cerita yakni Yohanes penginjil. Tetapi Janganlah Seperti Yang Kukehendaki Melainkan Seperti Yang Engkau Kehendaki Ref Biblical Quotes Inspirational Biblical Quotes Christian Quotes Source Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Pertimbangkan untuk mengajak mereka datang ke ibadah Jumat Agung. Tentu saja tidak dengan maksud mengatakan bahwa keajaiban-keajaiban itu hanya terjadi pada Jumat Agung yang pertama saja. Pembacaan dari Kitab Yesaya. 10 Ayat Alkitab tentang Paskah. Juruselamat Telah Datang Kembali Di Atas Awan Putih Di 2020 Tuhan Firman Tuhan Injil Source Sebagaimana tertulis dalam Alkitab yakni Efesus 4 ayat 32 yang berbunyi. Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Ketika kita masih lemah Kristus mati untuk orang-orang durhaka pada saat yang tepat. Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di AlkitabAda yang menduga jatuh pada hari Rabu tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Yohanes 3 16 Ayat Alkitab Alkitab Tuhan Source Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di AlkitabAda yang menduga jatuh pada hari Rabu tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Selain ayat-ayat utama dalam Injil di atas berikut adalah beberapa lagi. Pembacaan dari Kitab Yesaya. Ketika kita masih lemah Kristus mati untuk orang-orang durhaka pada saat yang tepat. Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di AlkitabAda yang menduga jatuh pada hari Rabu tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Apakah Tuhan Yang Mahakuasa Dan Tuhan Yesus Adalah Satu Tuhan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa Kristus Film Firman Tuhan Source Juga membahas ayat alkitab tentang pembuka ibadah di gereja firman Allah untuk memulai peribadahan awal baru ayat Alkitab pengucapan syukur untuk memulai persembahan pelayanan seturut kehendak Tuhan penyembahan bagi orang yang percaya. 10 Ayat Alkitab tentang Paskah. Alkitab mencatat makna Jumat Agung sebagai peristiwa yang tertulis jejaknya sehingga tidak membuat orang Kristen merasa bingung akan hal tersebut. Murid itu mengenal Imam Agung dan ia masuk ke halaman istana Imam Agung. Kalender Liturgi Jumat 10 April 2020 Jumat Agung BACAAN I Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kedurhakaan kita Beginilah firman Tuhan Sesungguhnya hamba-Ku akan berhasil. Pin Oleh Ferry Di Ayat Firman Tuhan Ayat Alkitab Alkitab Kutipan Kristen Source 10 Ayat Alkitab tentang Paskah. Pertimbangkan untuk mengajak mereka datang ke ibadah Jumat Agung. Bila Anda ingin emnjadikannya kutipan dalam bahasa Inggris silahkan gunakan bebrapa ayat emas firman Tuhan tentang ibadah paskah dalam bahasa Inggris berikut ini. Beginilah firman TuhanSesungguhnya hamba-Ku akan berhasilIa akan ditinggikan disanjung dan dimuliakanSeperti banyak orang tertegun melihat dia – rupanya begitu buruk tidak seperti manusia lagi dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi. Tahun ini Jumat Agung akan jatuh pada 10 April 2020. God Loved World Son John Paskah Paskah Ayat Alkitab Kutipan Tentang Cinta Source Berikut ini beberapa penjelasan ayat Alkitab tentang Jumat Agung yang bisa kita renungkan bersama terutama yang berkaitan dengan penyaliban Yesus. Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatnya di Golgota. Matius 281-20 Alkitab SABDA Alkitabmobi Markus 161-19 Alkitab SABDA Alkitabmobi Lukas 241-53 Alkitab SABDA Alkitabmobi Yohanes 2001-2225 Alkitab SABDA Alkitabmobi Yohanes 219 Alkitab SABDA Alkitabmobi Roma 13-4 Alkitab SABDA Alkitabmobi 1 Korintus 153-8 Alkitab SABDA Alkitabmobi. Jumat Agung merupakan peringatan kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Tentu bagi orang Kristen yang setia melakukan tips rajin membaca Alkitab dan melihat secara seksama beberapa kisah di Alkitab tidak akan merasa sulit menemukan beberapa ayat Alkitab tentang Jumat Agung. Pin On Gym Motivation Words Source Tahun ini Jumat Agung akan jatuh pada 10 April 2020. Yes 5213-5312 Ia ditikam karena kejahatan kita. Bila Anda ingin emnjadikannya kutipan dalam bahasa Inggris silahkan gunakan bebrapa ayat emas firman Tuhan tentang ibadah paskah dalam bahasa Inggris berikut ini. Ayat Alkitab Tentang Jumat Agung. Markus 909 Alkitab SABDA Alkitabmobi Markus 1427-28 Alkitab SABDA Alkitabmobi Yohanes 219 Alkitab SABDA Alkitabmobi Yohanes 1017-18 Alkitab SABDA Alkitabmobi Ayat Paskah dalam Perjanjian Lama. Substansi Kristus Adalah Ketaatan Pada Kehendak Bapa Surgawi Heavenly Father Book Cover Christ Source Sebab jarang ada orang yang mau mati untuk orang benar meskipun mungkin ada juga orang yang mau mati untuk orang baik. Kumpulan ayat-ayat emas Alkitab tentang pembukaan ibadah Kristen di gereja atau firman Tuhan mengenai memulai persembahan Kristiani. Tentu bagi orang Kristen yang setia melakukan tips rajin membaca Alkitab dan melihat secara seksama beberapa kisah di Alkitab tidak akan merasa sulit menemukan beberapa ayat Alkitab tentang Jumat Agung. Peringatan ini menjadi salah satu Hari Tri Suci yang terdiri dari Kamis Putih Jumat Agung dan Hari Paskah. Menjelang Jumat Agung tahun 2008 ini kita akan merenungkan satu perikop tentang teladan dan pengharapan penderitaan yang Kristus alami sebagai alasan mengapa penderitaan karena nama Kristus yang harus kita alami itu berharga. This site is an open community for users to share their favorite wallpapers on the internet, all images or pictures in this website are for personal wallpaper use only, it is stricly prohibited to use this wallpaper for commercial purposes, if you are the author and find this image is shared without your permission, please kindly raise a DMCA report to Us. If you find this site good, please support us by sharing this posts to your preference social media accounts like Facebook, Instagram and so on or you can also bookmark this blog page with the title ayat alkitab jumat agung by using Ctrl + D for devices a laptop with a Windows operating system or Command + D for laptops with an Apple operating system. If you use a smartphone, you can also use the drawer menu of the browser you are using. Whether it’s a Windows, Mac, iOS or Android operating system, you will still be able to bookmark this website. Ilustrasi Salib. Foto PixabayJumat Agung adalah hari di mana umat Kristiani memperingati penyaliban Yesus Kristus. Tahun ini peringatan yang merupakan bagian dari Hari Tri Suci tersebut jatuh pada 2 April pada Jumat Agung, umat Kristiani mengingat hari ketika Yesus rela menderita dan disalibkan atas dosa-dosa manusia. Jelas sekali bahwa penderitaan yang dialami Yesus angat menyedihkan. Ia dicambuk, dipukuli, diejek, dan dibunuh dengan cara yang demikian, bagi umat Kristiani Jumat Agung bukanlah momen dukacita. Sebab pada hari yang ketiga, Yesus Kristus bangkit dari kematian. Melansir pengorbanan Yesus tersebut bukanlah suatu berdoa di gereja. Foto ShutterstockIni dijelaskan dalam Roma 5 8, "Namun, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, ketika kita masih menjadi pendosa, Kristus mati bagi kita”. Kemudian dalam Petrus 318 “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh”.Kematian Yesus Kristus menunjukkan besarnya kasih Yesus kepada umat-Nya. Mengutip buku Firman Hidup 69 tulisan Elson Lingga, Yesus rela meninggalkan segala kemewahan demi manusia berdosa yang Dia kasihi. Dialah yang menanggung hukuman yang patut kita berdoa. Foto PixabayJumat Agung juga mengajarkan manusia tentang pengampunan. Melansir dalam Alkitab tertulis bahwa Allah menyerahkan Anak-Nya yang tunggal karena kasih-Nya yang begitu besar kepada umat manusia. Ia tahu bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, sehingga harus ada penebus yang suci untuk dikorbankan. Dari sini, dapat dipahami bahwa sejak awal Allah ingin sekali mengampuni dosa-dosa sebab itu, sudah sepatutnya kita juga saling mengampuni dan menunjukkan kasih terhadap sesama, sebagaimana tertulis dalam Alkitab Efesus 4 ayat 32 yang berbunyi “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”Apa itu Hari Tri Suci?Apa itu Jumat Agung? Kapan Jumat Agung Diperingati? Ilustrasi mendengarkan khotbah Jumat Agung. Foto PixabayIlustrasi pendeta yang ingin menyampaikan khotbah Jumat Agung. Foto PixabayKumpulan Khotbah Jumat AgungYohanes 1926Suatu kali saya memerhatikan antrian panjang di tempat penjualan minyak tanah ketika program konversi dari minyak tanah ke gas itu tengah gencar dikampanyekan. Minyak tanah menjadi langka. Itulah sebabnya antrian di siang hari yang panas itu tampak begitu panjang di tempat penjualan. Saking panjangnya sampai mengambil bagian jalan yang seharusnya digunakan untuk mobil. Dari dalam mobil saya yang turut terhenti karena macet akibat barisan antrian, saya melihat keramaian di antrian itu. Mereka yang ada di antrian tampak berbicara satu sama lain. Terlihat akrab, mungkin mereka saling mengenal. Tiba-tiba sebagian mulai berteriak-teriak meminta penjualan segera dimulai karena hari semakin panas. Akhirnya, pintu pagar kios penjual minyak tanah itu pun mulai dibuka dan orang-orang berebut bergerak ke depan. Mereka berlarian, menabrak, dan menginjak-injak anak-anak yang ikut antrian tersebut. Mulailah terdengar teriakan dan jeritan kesakitan. Selanjutnya, tampak beberapa orang tergeletak di pinggir jalan. Tidak ada yang peduli, semua sibuk berebut mendapatkan minyak dan penderitaan hidup ternyata dapat membuat orang hanya memerhatikan dirinya sendiri. Kesulitan dan penderitaan hidup sering kali membutakan mata kita terhadap keberadaan orang lain. Tatkala kita sedang menghadapi masalah di dalam keluarga, sering kali masalah itu membutakan mata kita terhadap keberadaan atau kesulitan orang lain. Kita kerap berkata kepada diri sendiri, “Saya saja punya begitu banyak pergumulan dan masalah, mana sempat memerhatikan orang lain. Orang lain dong yang memerhatikan saya.”Tatkala kita sedang mengalami kesulitan di pekerjaan, misalnya tidak ada pesanan atau transaksi di toko kita, maka kita akan cenderung terus memikirkan hal itu. Pertanyaan mengapa dan apa yang tidak beres sehingga hal ini terjadi, memenuhi pikiran kita. Pikiran kita sedemikian dipenuhi dengan pertanyaan semacam itu sehingga tidak ada ruang untuk memikirkan orang lain. Ketika kita sedang bergumul tentang kesehatan, ketika kita menderita sakit yang luar biasa, kita mengharapkan orang lain menyatakan kasih kepada kita. Kita mengharapkan orang lain memerhatikan kita. Jarang ada orang yang dapat memerhatikan orang lain manakala ia sendiri sedang sakit dan 2745Dalam rangka memperingati hari Kesengsaraan Tuhan kita Yesus Kristus, khususnya seminggu terakhir ini, secara pribadi kembali saya merenungkan apa yang Tuhan Yesus telah perbuat bagi saya. Dengan penuh beban saya ingin membagikan kepada kita apa yang saya peroleh melalui perenungan satu ayat, yakni Matius 2745. Sebuah ayat yang begitu menarik perhatian saya, “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Dalam teks bahasa Yunani kata “daerah” yang dipakai itu adalah “ge” yang bisa berarti land atau negeri; juga bisa berarti earth atau bumi. Jadi, “Mulai dari jam dua belas kegel¬apan meliputi seluruh bumi itu sampai jam tiga.”Ada pengajaran-pengajaran penting yang boleh kita timba dalam peristiwa kegelapan selama tiga jam itu. Saya rindu membicarakan dua hal dalam peristiwa kegel¬apan yang menaku¬tkan observasi objektif, sesungguhnya kegelapan merupakan fenomena alamiah yang terjadi di muka bumi ini. Namun sepanjang sejarah umat manusia, sejak penciptaan Allah atas langit dan bumi ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kegelapan yang meliputi bumi pada siang hari pukul hingga pukul tiga adalah tidak pernah terjadi. Bagi saya, kegelapan selama tiga jam itu merupakan suatu mukjizat. Mukjizat ini terjadi sebagai deklarasi tindakan kehendak Allah yang independen atas alam semesta Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan urutan siang dan malam, namun pada hari itu dalam peristiwa penting tersebut Ia telah sisipkan kegelapan pekat pada siang hari. Suatu kejadian yang tidak biasa. Suatu mukjizat besar yang terjadi pada saat kesengsaraan adalah suatu hal yang biasa, lumrah bagi manusia. Kematian tidak mencengangkan kita, baik itu terjadi pada seorang bayi, kanak-kanak balita, remaja, pemuda, atau orangtua. Upacara penguburan atas orang-orang yang meninggal pun, baik itu dilangsungkan secara besar-besaran atau kecil-kecilan, juga bukan merupakan suatu hal yang menakjubkan kita. Namun, hanya ada satu kesengsaraan, kematian yang luar biasa, yakni Anak Allah harus mati. Kematian ini sungguh melampaui segala ekspektasi alam semesta dan umat manusia. Yesus, Anak Allah yang setara dengan Allah dan yang adalah Allah itu sendiri digantung pada salib dan mati. Kegelapan pekat yang mencekam di tengah hari bolong itu harus menemani peristiwa kematian sarjana Alkitab yang tidak mengakui adanya mukjizat beranggapan bahwa sebenarnya kegelapan tersebut hanya karena adanya gerhana matahari. Untuk memberikan sanggahan, kita perlu merenungkan bahwa kegelapan itu bukan saja di luar urutan alamiah, tetapi juga mengungkapkan suatu ketidakmungkinan. Mengapa? sebab kita tahu bahwa perayaan hari Pasah diselenggarakan pada waktu bulan purnama. Perayaan ini terjadi pada antara bulan Maret dan April, yaitu Bulan Nisan dalam pentarikhan Yahudi. Dari pelajaran science jelas dikatakan bahwa adalah tidak mungkin terjadi gerhana matahari pada saat bulan purnama. Maka tak diragukan lagi bahwa hal ini terjadi karena mukjizat dari Tuhan 1929-30Apa yang saudara rasakan ketika berhasil menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu dan berkata “sudah selesai”? Lega? puas? atau bisa juga kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saudara harapkan. Tuhan Yesus bukan sekedar lega atau puas, apalagi kecewa karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang Dia harapkan. “Sudah selesai” yang dikatakan oleh Tuhan Yesus mengandung makna yang sangat makna “Sudah selesai” yang diucapkan Tuhan Yesus di kayu salib? Pertama, “Sudah selesai” merupakan proklamasi kemenangan Kristus atas iblis, dosa dan Kristus nampaknya berarti kejahatan menang atas kebenaran, namun dengan mengatakan “Sudah selesai”, di akhir penyaliban, Tuhan Yesus justru sedang memproklamasikan kemenangan-Nya secara total, mengalahkan iblis, bapa segala kejahatan, sumber segala dosa dan maut. Matius, Markus dan Lukas mencatat bahwa Tuhan Yesus mengucapkan kalimat tsb dengan suara nyaring, bukan lemah. Padahal seharusnya Dia sudah kehabisan tenaga karena tekanan yang demikian berat baik fisik maupun mental dan spiritual. Suara nyaring menunjukkan bahwa tidak ada sesuatupun, termasuk tekanan dan penderitaan seberat apa pun yang dapat meraih kemenangan itu dengan cara melakukan semua kehendak Bapa dengan sempurna dan dengan ketaatan mutlak. Di taman Gesemani Dia berdoa “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Mt 2639, dan Dia sudah melakukan apa yang menjadi doa-Nya itu dengan dunia ini tidak ada seorangpun yang hidupnya dinubuatkan dengan sangat mendetail seperti Tuhan Yesus, dan Dia sudah menggenapi semuanya tanpa terkecuali, sampai yang sekecil-kecilnya. Sejak awal iblis terus melampiaskan kejahatannya dan berusaha menghancurkan Tuhan Yesus agar Dia gagal menggenapi nubuat tentang diri-Nya. Ketika Tuhan Yesus lahir, melalui tangan Herodes dia melakukan percobaan pembunuhan. Pada awal pelayanan Tuhan Yesus, secara langsung iblis mencobai Dia di padang gurun untuk menjatuhkannya secara moral. Melalui para pemimpin agama, iblis melakukan perlawanan bertubi-tubi dengan fitnah, pertanyaan-pertanyaan yang menjebak, usaha-usaha pembunuhan, dll. Iblis juga menggunakan kekuatan politik melakukan bullying berita-berita hoax dan pembodohan publik serta pengerahan massa untuk mempengaruhi keputusan pengadilan sehingga Tuhan Yesus yang nyata-nyata tidak bersalah dijatuhi hukuman yang bukan hanya paling sadis, tetapi juga paling menghina yaitu salib. Penghinaan terakhir yang diterima-Nya adalah pemberian anggur asam dengan menggunakan bunga karang pada sebatang hisop. Mattew Henry berkata bahwa setetes air jauh lebih berharga dari pada anggur asam. Raja segala raja, harus berada di atas kayu salib dan minum anggur asam dari bunga karang yang dicucukkan pada sebatang hisop merupakan penghinaan yang paling 27 45-56Damai Sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan pikiran kiranya menyertaihati dan pikiran saudara-saudaraku sekalian, di dalam Kristus Jesus Tuhan kita, seiman di seluruh tanah air, pada tahun ini, kita merayakan Hari KematianYesus Kristus di tengah-tengah pandemi global yang disebut dengan Covid-19. Situasi masih belum menentu. Vaksin untuk virus ini pun belum ditemukan. Sudah puluhan ribu orang meninggal di seluruh dunia. Mungkin, ada dari antara yang meninggal itu adalah sahabat kita, saudara kita, atau bahkan kekasih hati kita sendiri. Hati kita remuk. Namun, banyak pula pula dari antara mereka yang terinfeksi virus itu berhasil sembuh. Ini tentu saja pantas untuk kita syukuri. Oleh sebab itu, di dalam iman yang teguh kita berharap keadaan akan segera membaik dan hati kita kita pada hari ini didasarkan pada Matius 27 45-56, teks yang menarasikan penderitaanYesus yang sangat tragis di kayu salib. Yesus sampai menjerit dengan suara besar Yunani phone megale karena merasa ditinggal oleh Bapa-Nya. Dia berkata “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Selain itu, lewat teks ini kita juga dapat menyaksikan tindakan keji seseorang yang member Yesus minum bunga karang yang sudah dicelupkan ke dalam anggur asam, ditambah dengan olok-olok dengan bertanya apakah Elia akan datang untuk menurunkan-Nya dari salib. Namun, saudara-saudara, di samping penderitaan itu, dalam teks ini disebutkan juga tujuh peristiwa lain yang mengiringi kematian Yesus, yang menari kuntuk kita perhatikan lebih ketujuh peristiwa itu? Pertama, gempabumi. Kedua, bukit-bukit batu terbelah. Ketiga, kuburan-kuburan terbuka. Keempat,banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Kelima, mereka yang telah bangkit itu disebut masuk ke kota kudus, yaitu Yerusalem, dan menampakkan diri kepada banyak orang. Lebih lagi, keenam, dengan sedikit lebih variatif dibanding catatan injil Markus, terjadinya gempa bumi itulah yang menyebabkan kepala Pasukan dan prajurit-prajurit Romawi dalam rasa sangat takut mempersaksikan “Sungguh, Iaini adalah Anak Allah.” Dan, ketujuh, yang tak kalah penting, dicatat bahwa kejadian-kejadian itu disaksikan dari jauh oleh tiga perempuan murid Yesus yang setia mengikuti Yesus dari Galilea, yaitu Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu dari anak-anak Zebedeus. Artinya, kematian Yesus dan keenam peristiwa di atas adalah nyata, ada saksinya. Peristiwa salib bukan yang hendak disampaikan khotbah ini kepada kita di tengah pandemi virus ini? Mengapa pada saat-saat kita memeringati kematian Yesus di rumah kita pada musim wabah ini kita disuguhi oleh kisah kematian Yesus yang tidak saja menyajikan kematian tragis dari Yesus, tetapi juga yang justru mencatat bahwa peristiwa kematian Yesus di salib itu, dan kebangkitan-Nya nanti, telah menyebabkan orang-orang kudus bangkit dari kubur mereka dan malah menampakkan diri pada banyak orang di sana? Apakah ini hendak berkata kepada kita bahwa, seperti tema khotbah kita, pengorbanan Yesus itu bukan hanya mampu menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, melainkan memiliki kuasa membangkitkan orang-orang yang telah terkubur sekali pun, orang-orang yang telah dikuduskan-Nya, dan yang untuk dan atas nama-Nya meninggal, termasuk akibat Covid-19, termasuk mereka yang kehilangan nyawa karena berkorban untuk menyelamatkan para korban virus ini dari kematian, sehingga kisah itu menghibur kita dalam saat-saat duka ini, menghibur kita semua yang tengah menangis? Satu hal yang pasti, Yesus ingin kita hidup. Hidup dalam damai sebabitu, saudara-saudara sekalian, kita bisa juga memaknai khotbah ini dengan melihat penderitaan kita karena Covid-19, dan kematian sesamakita korban Covid 19, sebagai pemicu dan pemacu untuk menghargai kehidupan dan terus memperjuangkannya. Berapa pun jumlah korban saat ini, itu sudah terlalu banyak. Kita tidak ingin ada korban jiwa lagi. Kita juga tidak boleh pasrah tanpa melakukan apa pun. Kematian Yesus di kayu salib dan kematian para sahabat kita karena Covid-19 kiranya membangkitkan semangat kita untuk memperjuangkan kehidupan kita, kehidupan sesama kita, lewat usaha-usaha serius menghentikan penyebaran virus Covid-19, mengobati yang terjangkit, menolak menulari yang lain tanpa sengaja dengan tidak berkumpul-kumpul, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan seterusnya, termasuk dengan mengikuti sepenuhnya anjuran pemerintah. Kita juga berharap Perpu No 1/2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan No 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka percepatan Penanganan Covid 19 dapat berkorban di kayu salib untuk keselamatan kita. Kematian-Nya itu sendiri membangkitkan harapan bagi kita bahwa kita tidak dibiarkan begitu saja dalam menghentikan penyebaran Covid-19. Ia bersama kita. Kuasa kematian-Nya itu melindungi para tenaga kesehatan yang berjuang menyelamatkan korban-korban terinfeksi, bersama dengan disiplin tinggi kita menjaga jarak fisik sosial, dan memberkati usaha-usaha kita menolong sesama yang berkekurangan akibat kesetiaan kita menjaga jarak fisik sosial yang adalah sumber pengetahuan juga akan menyertai para peneliti dan ilmuwan untuk sesegera mungkin menemukan vaksin penakluk virus ini. Biarlah hati kita terus memercayai kuasa kematian Yesus yang menyelamatkan kita, yang dahulu telah menyebabkan orang-orang yang sudah lama berada di kubur bangkit dan menampakkan diri kepada orang-orang banyak. Kuasa kematian Yesus itu kini juga bersama kita mengalahkan penyebaran virus Covid-19 ini. Percayalah, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia menyertai kita senantiasa. Mari bersemangat mengalahkan Covid-19 bersama Tuhan Yesus. Di dalam iman yang teguh kita telah dan akan selalu mempersaksikan “Sungguh, Iaini adalah Anak Allah.” menyampaikan khotbah Jumat Agung sebagai rangkaian ibadah peringatan Hari Paskah. Foto Pixabay“Mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kananNya dan yang lain di sebelah kiriNya.” – Lukas 23 33Saudara dan saudari sekalian dalam Tuhan kita!Sebelum saya mulai berkhotbah, saya ingin mengajarkan agar pada hari ini Saudara sekalian sebaiknya membaca sendiri cerita Jumat Agung, yaitu tentang penderitaan dan kematian Yesus Kristus, sebagaimana tertulis dalam keempat Injil; dan kemudian lebih dari sekali tapi berulang-ulang.“Kedua orang penjahat bersama Dia.” Apakah kita semestinya heran karena Yesus berteman dengan orang jahat ataukah kita tercengang karena kedua penjahat berteman dengan orang baik? Walaupun demikian, keduanya tepat! Sudah tentu ketiga orang ini tergantung di situ Yesus di tengah, seorang penjahat di sebelah kanan dan sebelah orang lagi di sebelah justru bagi orang-orang jahat itu, orang yang bersama mereka disalibkan dan menghadapi maut, satu di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri itu mati. Yesus tidak mati untuk suatu dunia yang baik, tetapi untuk dunia yang jahat. Ia tidak meninggal demi kepentingan orang-orang saleh, tetapi demi mereka yang tidak berTuhan. Ia tidak mati untuk orang-orang benar, tetapi untuk orang yang salah. Ia mati agar mereka semua dibebaskan, dimenangkan, diberikan kesukaan, dikaruniakan hidup yang sepenuhnya! Kedua orang itu pastilah penjahat orang jahat, tidak berTuhan. Yesus sendiri dihukum sebagai pelanggar, penjahat bersama-sama dengan mereka, bersama-sama di bawah hukuman yang sama itu. Sungguh besar kasih Tuhan!Banyak hal yang perlu kita pahami pada peristiwa penyaliban Yesus, peristiwa yang sangat menggetarkan jiwa kita dan sangat mempengaruhi seluruh hidup kita. Sebab peristiwa ini bukanlah peristiwa yang memperlihatkan ketidakberdayaan Yesus Kristus tetapi sebaliknya menyatakan kemuliaan dan keagungan Yesus ada satu peristiwa “Jumat Agung” yaitu saat Yesus memberikan diri-Nya disalibkan di bukit Golgota. Lalu setiap tahun kita merayakan dan mengingat keagungan Yesus Kristus. Dari sekian tahun yang telah kita lalui, dengan “Jumat Agung” yang kita rayakan berulang-ulang, apakah kita sudah menghargainya dengan layak? Sudahkah kita menunjukkan penghormatan dan pengakuan sungguh-sungguh akan pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus kita dari dosa-dosa pelanggaran kita?Yesus tidak mati untuk dosa-dosa-Nya sendiri karena Ia sungguh tidak berdosa. Ia mati karena dosa-dosa kita. Ia menyerahkan nyawa-Nya sebagai korban penebusan dosa. Hal ini yang terpenting kita pahami, karena dosa kita Yesus menderita, karena dosa kita Yesus disalibkan, karena dosa kita Yesus mati; seharusnya kita berbalik dari dosa-dosa kita, hidup dalam penyucian diri oleh darah Yesus Kristus yang telah tercurah bagi kitaDalam bacaan kita Mazmur 22 amat jelas bahwa “segala penderitaan yang akan menimpa Kristus” dinyatakan bagi penulis Mazmur ini yaitu Raja Daud yang hidup dan bertahta sekitar tahun sebelum Kristus. Mari kita bandingkan Mazmur 222 “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” dengan Matius 2746 “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Hal ini bukan sebuah kebetulan, tetapi sebuah perencanaan dan penggenapan, sekaligus juga menjadi sebuah jawaban. Sebab pertanyaan Raja Daud “mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Menyatakan kehilangan tanda-tanda perkenanan-Nya, karena ditindas oleh beratnya beban dan pergumulan hidup, kehabisan daya oleh dukacita dan kengerian, sehingga berseru-seru dengan sungguh-sungguh untuk dibebaskan. Perasaan ditinggalkan secara rohani merupakan penderitaan yang paling pedih. Sedangkan Yesus mengucapkan kalimat mazmur ini untuk menyatakan diri-Nya yang telah dijadikan dosa karena kita. Betapa besar dampak yang harus ditanggung-Nya karena dosa kita, supaya kita benar-benar benci dengan dosa kita. Dan yang terutama pertanyaan Raja Daud dijawab Tuhan Yesus, bahwa “Aku menderita bagimu”, lalu mengapa engkau berkata ditinggalkan? Tuhan hadir dalam penderitaan kita untuk memberikan jalan keluar bagi kita mendalami Lukas 23 44-48 untuk melihat keajaiban dan keistimewaan Yesus dalam penderitaan-Nya bagi 44-45a “Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar.” Kegelapan tiga jam adalah suatu keajaiban. Peristiwa tersebut bukanlah gerhana matahari karena gerhana matahari tidak mungkin terjadi pada masa Paskah ketika bulan sedang purnama. Kegelapan tersebut dikirim Allah untuk menutupi salib Anak-Nya ketika Ia dijadikan dosa karena kita bd. 2 Kor. 521. Seluruh alam seakan-akan turut berduka bersama Pencipta ketika Ia menderita dan 45b “Dan tabir Bait Suci terbelah dua.” Kejadian ajaib itu hendak menyatakan kepada para imam dan orang-orang Yahudi bahwa jalan masuk ke dalam hadirat Allah telah terbuka bagi semua yang datang kepada-Nya oleh iman di dalam Kristus Yesus bd. Ibr. 91-1025. Orang-orang berdosa tidak memerlukan Bait Allah, altar, korban-korban, atau imam dunia lagi karena semuanya telah digenapi di dalam karya Anak Allah yang telah 46 “Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” Sebenarnya ungkapan itu merupakan doa menjelang tidur bagi anak-anak Yahudi, dan dengan doa itu terlihat bagaimana kematian Tuhan kita itu penuh keyakinan, penyerahan dan kemenangan. Mereka yang menerima Yesus sebagai Juruselamat dapat menghadapi kematian dengan keyakinan dan kepastian yang sama bd. Flp. 120-23, 2 Kor. 51-8. Kata-kata Yesus juga mengambil kata-kata Daud dalam Mazmur 316 “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku”. Bukan hanya berarti Yesus mengutip kata-kata Daud, tetapi juga Tuhan telah menanamkannya dalam mulut raja Daud sehingga nyata bahwa Yesus 47 “Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"” Kepala pasukan adalah orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan eksekusi penyaliban Yesus dari awal sampai akhir. Tentunya ia telah memperhatikan dengan seksama setiap momen yang dilalui. Dan mungkin saja kepala pasukan ini telah banyak menyaksikan penyaliban para penjahat. Tetapi ia melihat hal yang berbeda pada diri Yesus sehingga ia mengakui “Sungguh, orang ini adalah orang benar!” Dia tidak menemukan satu pun kesalahan Yesus pada proses penyaliban ini. Pengakuan ini keluar dari mulut orang romawi, bukan dari mulut orang Yahudi. Dia kagum dan sangat terkesan dengan bagaimana Yesus menghadapi penderitaan serta 48 “Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.” Apakah ini merupakan tanda pertobatan? Atau hanya sekadar kecewa dan menyalahkan diri. Mereka memukul-mukul diri lalu pulang. Kelihatannya mereka akan segera lupa dan melanjutkan hidup mereka. Sebab mereka tidak menindaklanjuti penyesalan mereka. Mereka adalah para penonton yang tertarik untuk melihat pelaksanaan hukuman mati tersebut, tetapi tentu saja apa yang telah mereka lihat dan dengarkan cukup untuk menyadarkan mereka akan dosa-dosa mereka, tetapi nyatanya tidak mengubah apa-apa dalam diri Yesus yang Agung yang sangat berarti bagi kita yaitu “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dalam penderitaan-Nya Yesus memanggil Allah sebagai Bapa. Saat Ia menyerahkan hidup dan jiwa-Nya bagi kita, Dia melakukannya bagi kita dengan memanggil Allah sebagai Bapa, supaya melalui Dia kita bisa diangkat menjadi anak-anak Allah. Kristus sengaja memakai kata “Bapa” untuk menunjukkan peran-Nya sebagai Perantara. Dia adalah Imam dan sekaligus Korban persembahan, korban tebusan untuk melepaskan kita dari penghukuman. Harga mahal harus dibayarkan ke tangan Allah, sebagai pihak yang dirugikan oleh pelanggaran dosa itu. Dialah yang membayar lunas semuanya itu kepada Allah. Ya Bapa, terimalah nyawa-Ku dan jiwa-Ku sebagai ganti nyawa dan jiwa para pendosa yang Kutebus melalui kematian-Ku. Kristus mengungkapkan kerelaan-Nya untuk mempersembahkan kita belajar untuk mengungkapkan “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Ada orang yang mengatakan, hafalkanlah kata-kata ini untuk diucapkan menjelang kematian. Maka kata-kata ini dijadikan persiapan untuk menjelang kematian saja. Walau bagaimanapun hidupnya, yang penting ia sempat mengucapkan kata-kata ini menjelang kematiannya. Tentu pengajaran ini tidak tepat seperti yang Tuhan kehendaki. Bahwa jauh sebelum kematian, kita telah mengucapkan kata-kata ini dengan benar, bahwa kita telah menyerahkan nyawa atau hidup kita ke dalam tangan Bapa. Orang yang telah menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Bapa tentu menjadikan hidupnya menjadi persembahan yang harum bagi harus tetap memusatkan pikiran-pikiran kita kepada Kristus, dan membiarkan hati kita tenggelam dalam penderitaan-penderitaan-Nya sampai kita mengalami persekutuan dengan penderitaan-penderitaan-Nya itu. Dengan kita berbagi dengan Kristus dalam penderitaan-Nya hingga kita dimampukan menjalani penderitaan kita dan tetap merasakan Tuhan beserta kita. Kita mengakui kebaikan Tuhan bukan hanya dalam keberhasilan tetapi juga kita mengakui pengaturan Tuhan dalam penderitaan kita untuk membentuk diri kita seperti Tuhan ikut menyaksikan Kristus disalibkan melalui Firman dan Sakramen Perjamuan Kudus. Ada yang merasakan sedikit tersentuh dan cepat melupakannya, perasaan tersentuh itu tidak terus berlanjut. Seharusnya dan selayaknya hati kita sangat tersentuh dan kasih Tuhan tertanam secara mendalam dalam hati kita hingga kita merespons dengan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus. 191-6Hari itu tepat sama seperti hari-hari sebelumnya bagi Pontius Pilatus. Ia menantikan tugas-tugas rutin di kantornya. Beberapa jam harus diluangkan dalam menangani persidangan pagi hari menjelang tibanya waktu makan siang. Setelah itu, menjelang pulang istirahat, ia harus sibuk menyiapkan laporan kerjanya untuk pemerintah Roma. Pada malam hari, kadang diselingi dengan jamuan makan malam tradisional para petinggi Roma, yang dimeriahkan oleh musik dan hiburan-hiburan lain. Bagi Pilatus, pagi ini mungkin sama dengan pagi-pagi sebelumnya, namun sungguh ia tidak sadar sepenuhnya betapa pagi ini merupakan suatu pagi yang sangat menentukan bagi berdiri berhadapan dengan Yesus Kristus, Anak Allah,Ia telah membuat satu keputusan besar dalam hidupnya,Ia telah menjual kehormatan dirinya dan menandai dirinyasendiri dengan predikat a compromiser and a coward!Selama kira-kira 12 jam Pilatus tampil di layar beberapa jam itu pula dengan sangat jelas terbentang satu lukisan pergumulan diri Pilatus, kelemahan diri serta kehancuran karakter seorang pemimpin. Memang ia tampil dalam beberapa jam saja, namun justru telah memerankan satu bagian yang sangat penting dalam peristiwa penyaliban Tuhan akan melakonkan perannya sekali lagi di hadapan kita pada hari ini. Dalam rangka memperingati Jumat Agung, marilah kita merenungkan dosa-dosa Pontius Pilatus sebagai sebuah peringatan untuk diri kita. Mari kita simak satu per satu!Dosa KompromisPilatus tahu dengan jelas bahwa Yesus tidak bersalah dan bahwa Yesus harus dibebaskan. Pilatus ingin melihat Dia dibebaskan. Ia ingin menjadi seorang hakim yang baik! Dalam relung hatinya ia ingin melakukan sesuatu hal yang baik. Namun Pilatus tahu bahwa musuh-musuh Yesus menginginkan kematian-Nya, dan ia tahu bahwa para musuh-Nya itu sangat berkuasa. Dengan hasrat untuk menyenangkan banyak orang, maka ia telah mencoba untuk mencoba untuk melakukan hal yang benar sekaligus hal yang salah. Ia telah mencoba untuk memuaskan tuntutan hati nuraninya, dan pada waktu yang sama untuk memuaskan hati para musuh Yesus. “Aku tidak akan membunuh Dia seandainya mereka tidak mendesak aku untuk melakukan hal ini!” Ia berkata, “Aku hanya ingin setengah membunuh Dia saja, aku akan menyesah Dia demi untuk memuaskan hati para musuh-Nya. Namun di sisi yang lain, aku akan menyayangkan nyawa-Nya, sehingga hati nuraniku tidak tertekan.”Maka Pilatus menyerahkan Yesus ke tangan pasukan laskar Romawi yang berada di barak mereka. Pakaian Yesus ditanggalkan, dan cemeti Romawi yang terkenal sebagai alat cambuk berduri pada zaman itu dicambukkan pada punggung Yesus. Cambukan pada punggung itu mengakibatkan luka dan darah pun mengalir.